Foto 1. Daisyn, salah seorang delegasi dari Halal Korea dalam balutan busana tradisional Minangkabau dan tengah memegang Bumbu Rendang dan Bumbu Asam Padeh produksi ‘Wan Alan’ Padang Panjang.
Metro Padang | Bagi pelaku UMKM, adanya even-even baik yang sifatnya lokal, nasional, apalagi internasional, merupakan kesempatan yang sangat baik untuk mempromosikan produk mereka.
Di Minggu ke-2 bulan September 2023 ini, terdapat dua even penting di Sumatera Barat dimana ‘Wan Alan’ Padang Panjang berkesempatan ikut serta. Even pertama adalah The World Islamic Entrepreneurs Summit (WIES) 2023 yang diselenggarakan di Hotel Pangeran dari tanggal 6-9 September 2023.
Foto 2. Bapak Sandiaga Uno (Menparkraf) mempromosikan Bumbu Asam Padeh Wan Alan, dan Ibu Vianti Maghdalena (Jilbab Biru) sebagai Owner ‘Wan Alan’ Padang Panjang
WIES merupakan  pertemuan pengusaha Muslims dunia di Kota Padang. WIES 2023 terlenggara atas kerja sama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Badan Promosi Pariwisata Sumatera Barat.
Sesuai dengan salah satu maksud dan tujuan diselenggarakannya WEIS – untuk membuka akses kepada UMKM (akses pasar dan permodalan), panitia WEIS memberikan kesempatan kepada UMKM-UMKM yang ada di Sumatera Barat untuk berpartisipasi pada Sesi 3 dan 4 dari keseluruhan rangkaian program WEIS 2023.
Sesi 3 Universalising the halal appeal: Mainstreaming Halal’s reach in Global Markets  dan Sesi 4 dengan tema: Breaking Barriers, Envisioning the Future: Raising Women’s Participation in Creative Industries.
UMKM Wan Alan Padang Panjang merupakan salah satu dari sejumlah UMKM yang bisa hadir di even WEIS 2023. Wan Alan Padang Panjang saat ini fokus memproduksi berbagai macam bumbu masakan khas Minangkabau dengan mengusung slogam ‘Anti Ribet’.
Slogan ini memang merepresentasikan karakteristik produk karena pengolahan bumbu untuk masakan khas Minangkabau seperti Rendang misalnya, secara tradisional memang membutuhkan waktu yang lama mempersiapkannya (bisa memakan waktu 1-2 jam) untuk baru bisa mulai memasak. Sedangkan dengan bumbu Wan Alan ini, semua persiapan itu sudah dipangkas.
Foto 3. Bumbu Randang Wan Alan dan Hasil Masakannya
Untuk memasak ½ kg rendang, konsumen hanya perlu memasukan bumbu Rendang Wan Alan ke ‘kuali’ yang biasa digunakan untuk memasak rendang, lalu menambahkan santan dan proses memasak sudah bisa dimulai dan kemudian menambahkan dagingnya.
Saat ini telah ada empat macam produk bumbu yang menjadi andalan Wan Alan yakni bumbu Rendang, Asam Padeh, Soto Padang dan Ayam Bumbu.
Pengembangan menjadi bumbu-bumbu masak yang praktis dan anti ribet ini bermula dari empat macam bumbu dasar yang diproduksi Wan Alan: yakni pasta bawang (komposisi:
bawang merah dan bawang putih). Pasta bawang ini bisa digunakan untuk
berbagai macam masakan: telur dadar, sayur tumis, bakwan dan lain-lain.
Kemudian ada Bumbu Merah (komposisi: bawang merah, bawang putih dan cabe).
Bumbu merah ini bisa digunakan untuk membuat segala macam mie goreng, mie rebus, nasi goreng dan juga dadar.
Selanjutnya bumbu putih dengan komposisi yang lebih banya sehingga cocok digunakan untuk membuat sup, gulai putih, asam padeh, sambalado tanak, gulai baga daging, sayur lodeh dan opor. Terakhir ada Bumbu Kuning yang bisa digunakan untuk soto ayam, acar, pangek dan pepes ikan/ayam.
Dari keempat bumbu dasar ini yang paling laris adalah Bumbu Merah dan Bumbu
Kuning. Bumbu kuning laris karena bisa digunakan untuk memarinasi ayam. Sedangkan Bumbu Merah praktis digunakan oleh anak yang baru belajar membuat masakan
sederhana seperti nasih goreng dan segala macam masakan mie.
Foto 4. Bumbu Asam Padeh Wan Alan dan Hasil Masakannya
Pengembangan menjadi Bumbu Rendang, Asam Padeh, Soto Padang dan Ayam Bumbu seperti sekarang merupakan respon terhadap perkembangan pasar/memenuhi permintaan konsumen. Untuk Bumbu Rendang, sudah beberapa kali dilakukan pengiriman ke luar daerah (sebagai oleh-oleh), diantaranya sudah pernah dikirim ke Malang (Jawa Timur) dan ke Mataram (Nusa Tenggara Timur).
Pengiriman ke Malang misalnya dengan menggunakan JNE memakan waktu lebih
kurang 7 (tujuh). Saat itu, Bumbu Rendang Wan Alan masih menggunakan kemasan
plastic vacuum biasa tetapi terbukti tidak ada kerusakan bumbu selama dalam perjalanan.
Saat ini produk bumbu Wan Alan telah menggunakan kemasan yang jauh lebih baik (kemasan alumunium) sehingga bisa tahan lebih lama jika disimpan di suhu ruang.
Wan Alan membawa dua macam produk unggulannya yaitu bumbu rendang dan bumbu asam padeh ke ajang WEIS 2023. Bumbu rendang Wan Alan memiliki ciri khas keotentikan rasa rendang Padang Panjang karena dibuat dari bahan-bahan baku asli seperti bagaimana rendang Padang Panjang itu dibuat asal mula dahulunya.
Jaminan kualitas bahan baku bumbu juga berkaitan dengan perolehan bahan baku langsung dari petani lokal. Sehingga tidak heran, telah banyak testimoni yang mengakui keaslian rasa masakan rendang dan asam padeh yang dibuat menggunakan bumbu Wan Alan ini.
Wan Alan merasa beruntung bisa hadir di WEIS 2023 dan bertemu dengan delegasi ‘Halal Korea’ (Daysin) yang menyatakan ketertarikannya untuk menjalin kerja sama dengan Wan Alan Padang Panjang, dimana Daisyn ingin memasarkan bumbu rendang Wan Alan di kota London, dimana dia juga memiliki usaha di sana.
Minangkabau Halal Festival 2023 merupakan acara yang diinisiasi oleh Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) sebagai salah satu upaya percepatan pengembangan industri halal di Provinsi Sumbar. Sebanyak 133 pelaku usaha terlibat dalam acara yang bertemakan “Sumatera Barat Menuju Produsen Halal Dunia” tersebut. Minangkabau Halal Festival 2023 berlangsung dari tanggal 8-10 September 2023 dan bertempat di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP).
Di Minangkabau Halal Festival ini, Wan Alan tergabung dengan sejumlah UMKM lainnya dari kota Padang Panjang mengambil satu booth – UMKM ‘Berdaya’ Padang Panjang. Menparkraf Bapak Sandiaga Uni, berkenan berfoto bersama dengan owner dari Wan Alan.
Foto 5. Bumbu Wan Alan di Minangkabau Halal Festival 2023
Saat ini ‘Wan Alan’ tercatat sebagai salah satu 10 UMKM paling aktif di kota Padang Panjang dan cepat perkembangannya menurut data Dinas Perdagangan dan Pemberdayaan UMKM Kota Padang Panjang. Di awal pendiriannya pada akhir 2020, Wan Alan terpilih sebagai mitra binaan dalam salah satu kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat yang didanai oleh Lembaga Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat Universitas Andalas.
Wan Alan selanjutnya tercatat sebagai mitra binaan Bank Indonesia sejak tahun 2022 dan terpilih untuk mengikuti Karya Kreatif Indonesia (KKI) Tahun 2023 yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia. Dari kota Padang Panjang hanya 2 UMKM yang terpilih untuk mengikuti KKI tersebut. Untuk mendukung proses pemasaran secara online yang menjadi tren saat ini, Wan Alan juga mendapat hibah laptop dari BI di tahun 2023 dan sudah diundang untuk mengikuti berbagai even pameran di Bukittinggi dan Padang yang disponsori oleh BI Perwakilan Padang.
(pt)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini