Bupati Pesisir Selatan Hadiri Musrembang RKPD Tahun 2024 Di Kecamatan Sutera

0
324
Metro Padang | Bupati Kabupaten Pesisir Selatan Rusma Yu Anwar menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrembang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2024 Tingkat Kecamatan.
Dalam arahannya, Bupati Rusma Yul Anwar menyampaikan bahwa Musrembang RKPD tahun ini adalah Musrembang tahun ketiga yang dilaksanakan pada masa RPJMD Periode 2021-2026.
Ia melanjutkan, Pada tahun 2022 ada beberapa Capaian indikator pembangunan sesuai kondisi terakhir. Diantaranya terjadi peningkatan kinerja positif dari tahun lalu pada setiap indikator makro pembangunan.
“Yaitu kenaikan IPM dari 70,03 menjadi 70,84; usia harapan hidup dari 70,96 menjadi 71,25; rata-rata lama sekolah dari 8,27 menjadi 8,43; pengeluaran Perkapita dari 9,27 juta menjadi 9,68 Juta; penurunan angka kemiskinan dari 7,92 % menjadi 7,11% ; harapan lama sekolah dari 13,33 menjadi 13,35 dan Pengangguran Terbuka dari 5,97% menjadi 4,61%,” terang Bupati saat berikan Arahan di Kantor Camat Sutera. Rabu (22/02).
Trend Positif terssbut menandakan bahwa pasca pandemi Covid 19 kita sudah mampu melakukan adaptasi dengan baik sehingga kinerja pembangunan sudah kembalu pada track yang semestinya.
Pada kesempatan itu juga, bupati menyampaikan salah satu isu strategis yang kita rasakan saat ini adalah rendahnya kemampuan fiskal daerah dalam membiayai kebutuhan pembangunan. Pada umumnya seluruh kabupaten dan kota di sumbar merasakan pengaruh yang signifikan akibat keterbatasan ini.
Kondisi ini makin dipersulit ketika terjadi perubahan pola peruntukan dan transfer pusat dalam bentuk DAU ditentukan dan DAU tidak ditentukan penggunaanya.
“Kondisi ini memaksa kita harus melakukan penyesuaian, meati kita pahami bahwa kondisi ini bukanlah kehendak sepihak pemda. Namun regulasi pusat dan keterbatasan fiskal yang membuat langkah tidak populis ini harus ditempuh,” ungkapnya.
Diantara dampak yang dirasakan langsung adalah berkurangnya belanja operasional rutin kantor, tunjangan perbaikan penghasilan ASN, Tunjangan Aparatur Pemerintah Nagari dan berbagai program prioritas daerah terpaksa harus ditunda.
Lanjutnya, disamping keterbatasan fiskal tadi, isu strategis lainnya yang juga dirasakan adalah rendahnya daya saing SDM, nilai tambah dan produktivitas sektor unggulan relatif menurun serta belum merata layanan infrastruktur pelayanan dasar.
Selanjutnya, sesuai amanat Presiden Jokowi tahun 2023 dan 2024 adalah target penghapusan kemiskinan ekstrim di Kabupaten Pesisir Selatan. Penghapusan tersebut dilaksanakan melalui aksi Konvergensi yang diintegrasikan dengan upaya penurunan Prevalenai Stunting di Pesisir Selatan.
Berdasarkan itu, maka tema yang diangkat pada Musrembang RKPD tahun 2024 ini adalah Peningkatan Daya Saing Daerah dan Produktivitas Sektor Unggulan.
“Perlu disampaikan bahwa memang belum seluruh usulan dapat terakomodir karena selain diakibatkan oleh perubahan regulasi dan Dana Transfer Pusat, juga dikarenakan pertimbangan teknis OPD terkait yang belum memungkinkan,” lanjutnya.
Ia juga mengatakan, kita telah menempatkan pembangunan untuk prioritas lainnya di wilayah kecamatan terutama di bidang pendidikan, kesehatan, PUPR dan sektor unggulan lainnya.
“Marilah kita selalu saling bersinergi dan fokus untuk bergerak ditengah keterbatasan anggaran,” Tutupnya.
Turut menghadiri, Anggota DPRD dapil 3, Staf Ahli, Kepala OPD dilingkup Pemda Pessel, Wali Nagari Sekecamatan Sutera dan Tokoh Masyarakat. (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini