bebi

MetroPadang.com | Kelompok pengrajin Batik Jembatan Akar mengikuti pelatihan berkaitan dengan pentingnya komposisi motif. Pelatihan yang berjudul Pengaplikasian Komposisi Motif untuk Menghasilkan Motif Batik yang Tepat merupakan lanjutan kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM) yang dilakukan oleh tim dari Universitas Andalas.

Tim yang beranggotakan Adila Adisti, SE, M.Ec dan Chairunnisya, SE, MM ini menghadirkan narasumber yang ahli dibidang kriya batik. Beliau adalah Melli Tafsya, guru sekaligus praktisi yang fokus pada pengembangan batik di Sumatera Barat. Pelatihan tersebut dilakukan pada tanggal 14 November 2022 dan diikuti 6 pengrajin Batik Jembatan akar.

Pada kesempatan tersebut, pemateri menyampaikan pentingnya memahami komposisi dalam membatik.

“Batik Jembatan Akar sudah memiliki beberapa motif khusus, untuk itu kita akan coba membuat komposisi motif yang baik. Selain itu, akan diberikan juga pelatihan mengenai ecoprint kepada pengrajin, hal ini karena kelompok pengrajin batik jembatan akar juga memproduksi ecoprint” ujar Melli Tafsya.

Menurut Melli Tafsya, penting bagi pembatik untuk membayangkan kain Ketika digunakan oleh konsumen. Hal ini bertujuan untuk memetakan komposisi design motif sehingga menghasilkan busana yang indah.

Produksi Batik Jembatan Akar Motif batik harus dibuat sedemikian rupa hingga memunculkan keindahan dan kerapihan. Komposisi motif yang baik juga bisa menjadi keunggulan bersaing Batik Jembatan Akar.

“Kami diberi pelatihan akan pentingnya komposisi motif, selama ini belum dimaksimalkan. Setelah pelatihan ini, kami akan terapkan ilmu yang sudah dibagi oleh Ibu Tafsya dengan cap motif baru yang kami miliki.” Ucap Sapta Ria selaku ketua kelompok pengrajin Batik Jembatan Akar.

Sebelumnya, pada kegiatan keempat dari enam rangkaian pengabdian ini, tim PkM memberikan bantuan berupa cap motif terbaru Batik Jembatan Akar.

Penulis: Chairunnisya, SE, MM

(mp)

moris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini