Lagi dan Lagi, Wali Kota Bukittinggi Terima Anugerah Meritokrasi 2022

0
1017
bebi

MetroPadang.com | Wali Kota Bukittinggi selaku pejabat pembina kepegawaian, kembali terima Anugerah Meritokrasi Tahun 2022 kategori Baik. Anugerah itu diterima Wali Kota diwakili Kepala BKPSDM Bukittinggi dari Ketua KASN, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis, (08/12).

Ketua KASN, Prof.DR.Agus Pramusinto.M.D.A, menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen dan dukungan dalam optimalisasi dan akselerasi penerapan Sistem Merit dalam Kebijakan dan Manajemen ASN di lingkungan Instansi Pemerintah.

Sesuai dengan Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, telah menetapkan sasaran reformasi birokrasi dan tata kelola pemerintah sebagai sebuah arah kebijakan dan strategi nasional.

“Salah satu indikatornya adalah persentase instansi pemerintah dengan Indeks Sistem Merit Kategori “Baik” dan “Sangat Baik”. Sehubungan dengan hal tersebut, pada tahun 2022 KASN telah melaksanakan serangkaian kegiatan pembinaan dan penilaian, serta menetapkan tingkat penerapan Sistem Merit dalam Manajemen ASN terhadap Instansi Pemerintah di Kementerian, Lembaga, dan Pemerintah Daerah dengan kategori “Sangat Baik” dan “Baik”,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, melalui Kepala BKPSDM Bukittinggi, Sustinna, menyampaikan rasa syukur atas anugerah meritokrasi yang diterima tiga kali berturut-turut ini. Dalam penerapan sistem merit, Pemerintah Kota Bukittinggi berkorelasi positif dengan penghargaan BKN Award, kategori perencanaan kebutuhan dan mutasi kepegawaian, serta spesial pilot project SIASN.

“Alhamdulillah hari ini Kota Bukittinggi kembali menerima penghargaan dari KASN, meraih prestasi dalam penerapan sistem merit di Tingkat Nasional. Wali Kota Bukittinggi menjadi salah satu dari 161 Kepala Daerah Kabupaten/Kota se Indonesia yang meraih anugerah ini dan di Sumbar hanya enam kota dan kabupaten yang mendapat penghargaan, salah satunya kita Bukittinggi.

Wako ucapkan terima kasih kepada pimpinan SKPD yang sudah terlibat,” ungkap Sustinna.

“Ini adalah bukti bahwa pejabat pembina kepegawaian melalui BKPSDM dalam menjalankan kebijakan dan kewenangan manajemen kepegawaian telah mengacu kepada sistem merit, yaitu kebijakan dan manajemen ASN yang berdasarkan kualifikasi, kompetensi dan kinerja tanpa membedakan ras, golongan, politik, agama, jenis jelamin suku, kecacatan dan sebagainya,” jelasnya.

Penerapan sistem merit yang baik merupakan bukti nyata komitmen PPK dalam menginterpretasikan Undang-undang demi terwujudnya birokrasi yang bersih dan akuntabel, tidak sekedar menempatkan right man on the right place namun juga memandang pegawai sebagai asset berharga yang perlu dikembangkan. (mp)

moris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini