Wagub Sumbar Resmikan Pergantian Nama Pulau Sanding menjadi Beriloga Sabeu

0
333
Metro Padang – Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy resmikan pergantian nama Pulau Sanding menjadi Beriloga Sabeu di Desa Sinaka, Kecamatan Pagai Selatan, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Senin, (21/2/2022).
Peresmian tersebut dilakukan dengan menandatangani prasasti oleh Audy Joinaldy dan Bupati Kabupaten Kepulauan Mentawai Yudas Sabaggalet. Prasasti tersebut terletak di Pulau Sanding yang sekarang telah berubah nama menjadi Pulau Beriloga Sabeu. Peresmian tersebut turut dihadiri Forum Komunikasi Pimpinan daerah (Forkopimda).
“Kabupaten Kepulauan Mentawai merupakan bagian dari Provinsi Sumatera Barat, sudah kewajiban kita bersama untuk memajukan dan memberikan perhatian, Mentawai merupakan daerah kepulauan yang memiliki banyak lokasi pariwisata dan spot lokasi tempat surfing, salah satunya di Pulau Sanding yang sekarang sudah resmi kita ganti nama menjadi pulau Beriloga Sabeu,” kata Audy Joinaldy saat peresmian.
Menurut Bupati Mentawai, Yudas Sabaggalet, pergantian nama pulau Sanding menjadi Beriloga Sabeu sebagai upaya mengembalikan marwah Kabupaten Kepulauan Mentawai yakni setiap nama pulau dinamai sesuai dengan nama asalnya.
“Sebab nama Beriloga itu ada cerita rakyat dahulunya,” katanya Yudas.
Wakil Bupati Mentawai, Kortanius Sabeleake, menyebutkan nama asli pulau Sanding adalah Beriloga yang berasal dari bahasa Mentawai. Nama itu sudah ada dalam cerita rakyat masyarakat Mentawai.
Menurut mitosnya, lanjut Korta, Pulau Beriloga berasal dari Pulau Siberut, pulau itu berpindah ke bagian Selatan Pulau Pagai Selatan akibat kesaktian Pageta Sabbau yang dipercaya sebagai sikerei pertama di Mentawai.
Sebelumnya pulau itu sempat diklaim oleh Provinsi Bengkulu dan diberi nama Pulau Sanding namun persoalan itu kemudian diselesaikan setelah Pemprov Sumbar dan Bengkulu melakukan rapat karena sejarah pulau itu jelas sebagai milik Orang Mentawai.
Kortanius menyebutkan di Beriloga terdapat objek wisata surfing yang berkelas internasional namun tempat itu masih sulit dijangkau karena transportasi ke sana sangat sulit. Namun masyarakat di Pagai memiliki kebun di sana.
Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Mentawai Yosep Sarogdok, menyebutkan pengembangan pulau itu penting namun Mentawai saat ini kesulitan dana sehingga dibutuhkan dukungan dari Provinsi Sumbar dan pemerintah pusat.
“Dengan adanya dukungan dan kerjasama semua pihak maka pembangunan akan terlaksana sesuai dengan apa yang diharapkan,” katanya. (mp)
moris

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini