metropadang.com – Kampung Ngalau Gadang hingga kini masih menghadapi keterisolasian akibat akses utama yang belum pulih. Di kampung tersebut bermukim sekitar 168 kepala keluarga atau 670 jiwa, dengan fasilitas pendidikan berupa satu Taman Kanak-kanak (TK), satu Sekolah Dasar (SD), serta satu Puskesri.
Sementara itu, siswa tingkat SMP hingga SMK terpaksa bersekolah di luar kampung. Kondisi serupa juga dialami tenaga pendidik, di mana sebagian besar guru TK dan SD tidak menetap di Ngalau Gadang sehingga harus menempuh jalur sulit untuk menjalankan aktivitas mengajar.
Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan (Pemkab Pessel) disebut telah merencanakan pemasangan gorong-gorong plat baja Aramco berdiameter 7 meter sebagai pengganti jembatan yang putus. Selain itu, alat berat juga direncanakan untuk membersihkan material longsor yang menutup akses jalan.
Namun hingga kini, warga masih menunggu realisasi rencana tersebut di lapangan. Kondisi ini membuat masyarakat hanya bisa berharap akses kampung segera pulih, agar tidak ada lagi anak-anak maupun warga lanjut usia yang harus ditandu berjam-jam untuk mendapatkan pertolongan medis. (*)