Jembatan dalam Pembangunan, Wabup Risnaldi Luruskan Isu Siswa Bertaruh Nyawa di Lumpo

0
1780
metropadang.com – Wakil Bupati Pesisir Selatan, Risnaldi Ibrahim, meluruskan isu yang berkembang di media massa dan media sosial terkait narasi puluhan siswa di Nagari Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, yang disebut harus bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Batang Lumpo untuk pergi ke sekolah.
Risnaldi menyayangkan pemberitaan yang dinilai menyudutkan tersebut, karena kondisi di lapangan tidak sepenuhnya seperti yang digambarkan.
Menurutnya, penggunaan lori yang disediakan oleh kontraktor pembangunan jembatan tidak dilakukan setiap hari. Sarana tersebut hanya digunakan dalam kondisi tertentu, terutama ketika debit air sungai meningkat, dan dipastikan aman untuk digunakan.
“Lori itu tidak dipakai setiap hari dan tidak seperti yang dinarasikan. Itu hanya sementara selama pembangunan berlangsung, dan aman digunakan,” jelasnya, Jumat (3/4/2026).
Ia menambahkan, apabila kondisi air sungai dalam keadaan normal, masyarakat tetap dapat menyeberang seperti biasa tanpa harus menggunakan lori.
Selain itu, Risnaldi juga mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi yang beredar.
Ia menekankan pentingnya melakukan pengecekan kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya.
“Masyarakat kita harapkan tidak mudah terprovokasi. Sebaiknya setiap informasi yang diterima di-crosscheck terlebih dahulu, jangan cepat termakan isu hoaks. Kita harus banyak bersabar, istighfar, berprasangka positif, dan menjauhkan pikiran negatif,” tegasnya.
Risnaldi juga menegaskan, saat ini jembatan di lokasi tersebut masih dalam tahap pembangunan. Jembatan sebelumnya diketahui ambruk pada tahun 2024 akibat banjir, sehingga kini dibangun kembali dengan spesifikasi yang lebih tinggi dan lebih aman.
Sebelumnya, Anggota DPR RI Andre Rosiade bersama Wakil Bupati Risnaldi Ibrahim dan jajaran terkait telah meninjau langsung lokasi pembangunan pada Februari 2026. Dalam peninjauan tersebut, ditargetkan jembatan dapat rampung dan mulai difungsikan pada Agustus 2026.
Jembatan gantung sepanjang sekitar 80 meter itu dibangun dengan peningkatan tinggi sekitar 1,5 meter dari desain sebelumnya sebagai upaya mitigasi bencana banjir atau galodo. Pembangunannya menelan anggaran sebesar Rp4,6 miliar.
Risnaldi menyampaikan, pembangunan jembatan ini tidak hanya bertujuan memperlancar mobilitas masyarakat, tetapi juga sebagai langkah mitigasi bencana.
“Dengan ketinggian yang ditambah, insyaallah kalau terjadi galodo, jembatan bisa selamat. Tapi yang paling penting, setelah selesai nanti jembatan ini harus dijaga,” ujarnya.
Pemerintah daerah berharap, dengan selesainya pembangunan jembatan tersebut, akses masyarakat, khususnya para pelajar, dapat kembali normal serta lebih aman dan nyaman ke depannya. (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini