Pemuda Tiga Talang Bahas Isu Desa, Rumuskan Langkah Nyata Pembangunan

0
4191

Talang Sepakat, 27 Maret 2026 — Peran pemuda dalam mendorong kemajuan desa menjadi fokus utama dalam kegiatan Diskusi Basuo (Bahas Isu Basamo) yang digelar di Kantor Desa Talang Sepakat, Sabtu (27/3/2026).

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Himpunan Pemuda Tiga Talang (HPTT) berkolaborasi dengan berbagai elemen kepemudaan, di antaranya Karang Taruna, Risma Tiga Talang, Pemuda Peduli Tiga Talang, Komunitas Pecinta Alam Rafflesia Utara Bengkulu, Kopdar Mukomuko, IKS PI Kera Sakti Ranting 3 Talang, serta Komunitas Lingkungan Hijau Daun.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) V Koto, Sekretaris Desa Talang Sepakat, perangkat desa, serta Badan Permusyawaratan Desa (BPD).

Diskusi ini mempertemukan pemuda dan masyarakat untuk membahas berbagai persoalan desa sekaligus merumuskan langkah konkret yang berkelanjutan. Ketua pelaksana sekaligus moderator, Diko Okta Siswandra, menyoroti belum adanya mahasiswa KKN yang ditempatkan di desa tersebut.

Diskusi berlangsung interaktif dengan menghadirkan sejumlah pemantik, yakni Dr. Ahmat Setiabudi, S.Psi., M.Si., Gies Andika, S.Psi., dan Aan Saputra, S.Tp. Forum ini menyoroti rendahnya keterlibatan pemuda dalam pembangunan desa.

Ahmat Setiabudi menegaskan bahwa pemuda adalah agen perubahan yang tidak ditentukan oleh usia, melainkan oleh semangat dan daya juang. Gies Andika menambahkan bahwa kemajuan desa sangat bergantung pada kreativitas dan aksi nyata pemuda. Sementara Aan Saputra menekankan pentingnya kesiapan individu dan keteladanan dalam kehidupan sosial.

Peserta diskusi juga mengangkat berbagai persoalan, seperti kebiasaan membuang sampah sembarangan, kondisi lingkungan yang kurang sehat, serta maraknya perilaku sosial negatif di kalangan pemuda. Minimnya kegiatan dan lemahnya organisasi kepemudaan turut menjadi perhatian.

Selain itu, kurangnya dukungan pemerintah desa dinilai turut memengaruhi rendahnya partisipasi pemuda. Di sisi lain, pemuda juga dianggap belum optimal dalam memanfaatkan potensi yang dimiliki.

Diskusi menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain restrukturisasi organisasi pemuda, penguatan kegiatan sosial dan keagamaan, pembentukan kelompok usaha pemuda, serta pelaksanaan forum diskusi rutin. Peserta juga mendorong adanya alokasi dana desa untuk mendukung program kepemudaan.

Melalui kegiatan ini, pemuda diharapkan tidak hanya menjadi objek pembangunan, tetapi tampil sebagai subjek utama yang mampu menggerakkan perubahan desa secara nyata dan berkelanjutan. (Abdul Razak /Diko / Marchel)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini