metropadang.com – Pemerintah Kota (Pemko) Padang mematangkan langkah strategis dalam menindaklanjuti kerja sama internasional antara Republik Indonesia dan Jerman tahun 2026. Hal ini dilakukan melalui rapat commission consultation yang digelar secara virtual di Palanta Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Senin (12/1/2026), dengan fokus pada penguatan hubungan Sister City antara Kota Padang dan Kota Hildesheim yang telah terjalin sejak 1988.
Rapat tersebut dihadiri perwakilan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta Deputi Bidang Pendudukan dan Komunikasi Indonesia, guna memastikan usulan Pemko Padang sejalan dengan kerangka kerja sama bilateral RI–Jerman secara menyeluruh.
Wali Kota Padang, Fadly Amran, menegaskan bahwa hubungan historis yang telah berlangsung hampir empat dekade tersebut akan diaktualisasikan melalui program konkret yang berdampak langsung bagi masyarakat. Dua agenda prioritas yang diusulkan adalah revitalisasi ekosistem Sungai Batang Arau serta transformasi transportasi publik menuju sistem yang ramah lingkungan.
Menurutnya, revitalisasi kawasan Kota Tua dan Sungai Batang Arau menjadi penting untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan bebas limbah, sekaligus mendukung posisi Padang sebagai Kota Kreatif Dunia di bidang gastronomi. Selain itu, Pemko Padang juga mendorong pemanfaatan teknologi Jerman dalam pengembangan transportasi hijau, khususnya rencana peralihan armada Bus Trans Padang ke bus listrik guna menekan emisi karbon di wilayah perkotaan.
Fadly Amran menyampaikan bahwa kajian teknis bersama GIZ Jerman telah disusun secara matang selama dua tahun terakhir. Ia berharap dukungan dan asistensi dari Kementerian Luar Negeri, KLHK, serta Kemendagri agar skema kerja sama multinasional tersebut dapat segera diimplementasikan secara nyata demi meningkatkan daya saing global Kota Padang. (Viqi/Taufik)