metropadang.com – DPRD Kota Padang kembali melaksanakan reses pada masa sidang II tahun 2026. Tak hanya anggota, reses itu juga dilaksanakan pimpinan DPRD Kota Padang.
Reses dilaksanakan mulai dari 4 Januari sampai 9 Januari 2026. Rases itu tidak hanya dihadiri pejabat terkait, tetapi oleh berbagai elemen masyarakat.
Reses tersebut menjadi momentum penting bagi pimpinan DPRD untuk turun langsung ke daerah pemilihan, mendengarkan keluhan masyarakat, serta menyerap aspirasi pembangunan, khususnya pascabencana banjir bandang yang melanda Kota Padang pada akhir November 2025 lalu. Kegiatan ini dihadiri pejabat pemerintah setempat, unsur kelurahan dan kecamatan, tokoh masyarakat, RT/RW, hingga kelompok perempuan dan pemuda.
Berikut reses 4 orang pimpinan DPRD Kota Padang
Ketua DPRD Kota Padang, Ustad H. Muharlion, S.Pd., menggelar kegiatan reses di Masjid Al Manar, Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, Kecamatan Koto Tangah, Senin (5/1/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri Sekretaris Camat Koto Tangah, Lurah Dadok Tunggul Hitam, Wakil Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta diikuti oleh para Ketua RW, Ketua RT se-Kelurahan Dadok Tunggul Hitam, dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam kesempatan itu, warga dan para ketua RT/RW menyampaikan beragam aspirasi dan usulan pembangunan. Isu banjir menjadi persoalan yang paling banyak disoroti, di antaranya kebutuhan normalisasi sungai dan perbaikan drainase. Selain itu, warga juga mengusulkan bantuan bagi Kelompok Wanita Tani (KWT) serta betonisasi jalan lingkungan.
Menanggapi berbagai aspirasi tersebut, Muharlion yang juga mantan Ketua DPD PKS Kota Padang menyatakan komitmennya untuk menampung seluruh usulan warga.
“Semua usulan akan kita data dan pilah. Untuk yang bisa cepat ditangani, akan kita koordinasikan langsung dengan Pemerintah Kota Padang,” ujarnya.
Sementara untuk usulan yang bersifat jangka panjang, lanjut Muharlion, akan disesuaikan dengan regulasi dan mekanisme yang berlaku.
“Proposal dari warga tentu dibutuhkan. Setiap aspirasi akan kita perjuangkan di lembaga dewan,” tegasnya.
Selanjutnya Osman Ayub, di Banang Cafe, Siteba, menjadi ruang bagi warga menyampaikan keresahan pascabencana banjir bandang yang melanda sejak November 2025 lalu.
Dalam dialog bersama masyarakat, Osman Ayub menyoroti nasib warga yang kehilangan tempat tinggal akibat rumah mereka hanyut diterjang banjir bandang. Menurutnya, persoalan hunian menjadi kebutuhan paling mendesak yang harus segera ditangani.
“Pada saat ini kita berupaya untuk merelokasi warga yang berada di daerah rawan bencana. Pemko Padang berkomitmen menghadirkan rumah layak huni bagi korban bencana agar mereka bisa kembali hidup dengan aman dan nyaman,” ungkapnya.
Tak hanya soal tempat tinggal, Osman Ayub juga menyoroti kondisi sungai yang mengalami pendangkalan akibat endapan pasir dan lumpur. Ia menyebut, sedimentasi yang mencapai ketinggian 2 hingga 3 meter berpotensi memperparah ancaman banjir di kemudian hari.
Untuk itu, ia meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera turun tangan melakukan pengangkatan sedimen sebagai langkah pencegahan bencana susulan.
“Kami di DPRD Kota Padang meminta BWS Sumatera V melakukan pengangkatan sedimen pasir dan lumpur di sungai. Langkah ini penting agar banjir tidak kembali terjadi saat hujan turun,” tegasnya.
Osman Ayub berharap sinergi antara pemerintah daerah, DPRD, dan instansi terkait dapat mempercepat pemulihan pascabencana serta memberikan rasa aman bagi masyarakat yang terdampak.
Selanjutnya Mastilizal Aye menjemput langsung aspirasi warga di daerah pemilihannya pada Selasa, 6 Januari 2026. Penyerapan aspirasi tersebut dilakukan melalui kegiatan reses yang digelar di Kelurahan Tabing Banda Gadang (TBG), tepatnya di kawasan Gurun Laweh, Kampung Lapai, dan Kampung Olo.
Kegiatan reses itu dihadiri warga setempat dengan antusias dan berlangsung dalam suasana dialog terbuka. Beragam aspirasi disampaikan warga, terutama terkait dampak banjir yang masih dirasakan pascakejadian banjir bandang pada 27 November 2025 lalu.
Salah satu perwakilan warga menyampaikan harapan agar pemerintah segera melakukan pemulihan di wilayah mereka, khususnya terkait penanganan sedimentasi lumpur di aliran sungai serta perbaikan drainase lingkungan.
“Kami berharap sediment lumpur di aliran sungai segera digali dan drainase warga segera diperbaiki. Kami masih trauma dengan kejadian banjir bandang 27 November 2025 lalu,” ungkap perwakilan warga.
Menanggapi aspirasi tersebut, Mastilizal Aye yang akrab disapa Aye menyatakan komitmennya untuk menindaklanjuti dan mengoordinasikan seluruh usulan warga dengan pihak terkait.
“Insya Allah, setiap keinginan warga akan terus kita koordinasikan dengan instansi terkait. Harapannya, apabila banjir datang, tidak lagi merendam perumahan warga,” tegas Aye.
Selain persoalan banjir, kelompok ibu-ibu MTI juga menyampaikan usulan bantuan kegiatan. Menyikapi hal itu, Aye mengarahkan agar usulan tersebut segera dituangkan dalam bentuk proposal dan dimasukkan ke dalam perencanaan tahun 2025, sehingga dapat direalisasikan pada tahun 2026.
Kegiatan reses ini diharapkan menjadi sarana efektif untuk memperkuat komunikasi antara wakil rakyat dan masyarakat, sekaligus memastikan aspirasi warga terserap dan diperjuangkan melalui jalur kebijakan.
Salanjutnya Wakil Ketua DPRD Kota Padang, Jupri, S.AP., melaksanakan kegiatan reses di Masjid AlKaffah, Kelurahan Kampung Jua, Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg), Ahad (4/1/2026).
Kegiatan reses tersebut dihadiri Ketua RT 01 M. Ali Nofiah, Ketua RW 01 Naswir, Lurah Kampung Jua Hendri Os, S.Kep., Ketua LPM Kampung Jua Nan XX Hermansyah, serta masyarakat setempat.
Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan berbagai aspirasi, di antaranya permohonan bantuan fasilitas umum seperti perbaikan jalan dan drainase, dukungan pengembangan UMKM, serta bantuan perlengkapan rebana untuk Masjid AlKaffah. Pengurus masjid juga mengajukan permohonan bantuan melalui dana Pokok-pokok Pikiran (Pokir) DPRD.
Menanggapi aspirasi tersebut, Jupri menyampaikan bahwa pada tahun 2025 pihaknya telah merealisasikan betonisasi jalan di depan Masjid AlKaffah.
“Insya Allah pada tahun 2026 ini kami juga akan melakukan betonisasi di sekitar masjid ini,” ujar politisi Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut.
Jupri mengaku reses kali ini terasa istimewa karena antusiasme warga yang tinggi. Ia menyebut kehadiran masyarakat dan tokoh-tokoh setempat membuatnya terharu.
“Reses ini luar biasa. Pesertanya membludak dan banyak tokoh yang hadir. Kami sangat terharu dengan sambutan warga,” ungkap anggota DPRD dua periode itu. (*)