R3P Sumbar Rampung, Gubernur Mahyeldi Dorong Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana

0
105

Metro Padang.com – PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah mendorong percepatan pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar setelah dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) dinyatakan tuntas.

Hal itu disampaikannya saat pertemuan dengan Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin, di Ruang Rapat Gubernuran, Jumat (9/1/2026).

Gubernur Mahyeldi menjelaskan, dokumen R3P Sumbar telah diselesaikan secara menyeluruh, disepakati bersama pemerintah kabupaten/kota, dan telah diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Dokumen R3P sudah tuntas dan kemarin telah kami serahkan ke BNPB melalui Sekretaris Utama,” ujar Mahyeldi.

Ia menegaskan, percepatan tindak lanjut R3P sangat penting agar proses pemulihan pascabencana dapat segera dilakukan. Keterlambatan, menurutnya, berpotensi memperpanjang dampak sosial dan ekonomi yang dirasakan masyarakat terdampak.

“Karena itu, kami sangat berharap dukungan dan pengawalan dari Kemenko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan agar rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Sumbar bisa segera dilaksanakan,” tambahnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur Dasar Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Muhammad Rachmat Kaimuddin menyampaikan pihaknya akan mempelajari dokumen R3P yang telah disampaikan Pemprov Sumbar melalui BNPB.

Ia menjelaskan, pendanaan rehabilitasi dan rekonstruksi nantinya akan menggunakan skema hibah nasional, sesuai dengan regulasi keuangan terbaru, guna mengatasi keterbatasan fiskal daerah dalam membiayai kebutuhan yang nilainya mencapai triliunan rupiah.

“Koordinasi dan komunikasi yang lancar antara pemerintah pusat dan daerah terdampak menjadi kunci, agar proses pemulihan tidak terfragmentasi dan seluruh sektor terdampak dapat ditangani secara terpadu dan berkelanjutan,” ujarnya. (adpsb/nov/bud)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini