metropadang.com – Sebagai wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial, Perhimpunan Advokat Indonesia (PERADI) DPC Padang mewakili PERADI Pusat, menyalurkan bantuan kemanusiaan kepada masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Solok. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung pada Minggu (18/01/2026) di Kantor Camat Junjung Sirih.
Bantuan diserahkan langsung oleh Ketua PERADI DPC Padang, Dr. Miko Kamal, beserta jajaran pengurus dan tim. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Wali Kota Padang masa jabatan 2019-2024 Hendri Septa, unsur Pemerintah Daerah, serta masyarakat penerima bantuan.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I yang mewakili Kepala Daerah menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PERADI, khususnya PERADI Sumatera Barat, atas kepedulian dan kontribusinya dalam membantu meringankan beban masyarakat yang terdampak bencana.
“Bantuan ini bukan hanya bernilai materi, tetapi merupakan wujud nyata solidaritas, kebersamaan, dan kehadiran organisasi profesi di tengah masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit,” ujar Wabup Candra.
Lebih lanjut, Wabup Candra menjelaskan bahwa Kabupaten Solok sebenarnya juga mengalami bencana cukup serius. Namun, berkat langkah antisipatif yang cepat dan terkoordinasi, dampak terburuk berhasil diminimalisir.
“Kami sampaikan bahwa pada tanggal 24 sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Solok telah menggelar rapat dan memerintahkan seluruh Camat agar menyampaikan kepada Wali Nagari untuk mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) agar segera mengungsi. Langkah ini yang membuat kita nihil korban jiwa dan nihil orang hilang,” jelasnya.
Menurut Wabup, keberhasilan tersebut justru menimbulkan persepsi bahwa Kabupaten Solok berada dalam kondisi aman, sehingga perhatian dari pemerintah di tingkat atas lebih banyak tertuju ke daerah dengan jumlah korban jiwa yang tinggi. Padahal, upaya mitigasi dan kesiapsiagaan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Solok patut mendapat apresiasi.
“Dari Pemerintah Provinsi dan Pusat sendiri disampaikan bahwa seharusnya Kabupaten Solok mendapatkan apresiasi atas langkah cepat dan tepat dalam penanganan bencana yang terjadi,” tambahnya.
Wabup Candra juga memaparkan bahwa berdasarkan rekapitulasi dalam dokumen R3P (Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana), total kerugian yang dialami Kabupaten Solok mencapai lebih dari Rp.1,9 triliun, mendekati Rp.2 triliun. Meski demikian, Kabupaten Solok dinilai sebagai daerah dengan penyusunan dokumen R3P terbaik.
“Dokumen R3P Kabupaten Solok bahkan menjadi rujukan bagi BNPB. Kabupaten/kota serta provinsi lain yang terdampak bencana diminta untuk belajar ke Kabupaten Solok terkait penyusunan R3P ini,” ungkapnya.
Melalui kegiatan penyerahan bantuan ini, diharapkan sinergi antara pemerintah daerah, organisasi profesi, dan seluruh elemen masyarakat dapat terus terjalin dengan baik, sehingga proses pemulihan pascabencana dapat berjalan lebih cepat, terarah, dan berkelanjutan.
Bantuan dari PERADI ini menjadi simbol bahwa di tengah bencana, kepedulian dan kebersamaan tetap menjadi kekuatan utama dalam membangun kembali harapan masyarakat. (Diskominfo)