metropadang.com – Wali Kota Padang, Fadly Amran, memaparkan dampak masif bencana hidrometeorologi yang melanda Kota Padang dengan total estimasi kerugian mencapai Rp2,97 triliun. Kerugian tersebut meliputi kerusakan ribuan rumah warga hingga infrastruktur vital yang tersebar di lima kecamatan terdampak.
Pemaparan itu disampaikan Fadly Amran saat mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) percepatan validasi pendataan kerusakan pascabencana bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI, Muhammad Tito Karnavian. Rakor tersebut diikuti secara daring dari Kediaman Resmi Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026).
Dalam laporannya, Fadly Amran menjelaskan bahwa bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2025 lalu berdampak luas terhadap masyarakat. Tercatat sebanyak 67.563 jiwa terdampak langsung akibat peristiwa tersebut.
Ia merinci, kerusakan rumah tinggal mencapai 5.523 unit, terdiri dari 546 unit rusak berat, 2.174 unit rusak sedang, serta 2.949 unit mengalami rusak ringan. Selain permukiman, kerusakan juga terjadi pada infrastruktur publik berupa 13 jembatan utama, jalan sepanjang 74.327 meter, 22 bendungan, dan 56 jaringan irigasi yang berdampak pada sektor pertanian.
“Total estimasi kerugian secara keseluruhan akibat bencana ini diperkirakan mencapai Rp2,97 triliun,” ujar Fadly Amran.
Menanggapi arahan Mendagri terkait pentingnya akurasi data, Fadly Amran menegaskan komitmen Pemerintah Kota Padang untuk mempercepat validasi data kerusakan. Langkah ini dilakukan agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dimulai secara tepat sasaran.
“Kami mendukung penuh kebijakan pemerintah pusat. Validasi data terus kami kebut agar bantuan darurat, relokasi, hingga perbaikan infrastruktur dapat berjalan tepat waktu,” tegasnya.
Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya koordinasi aktif pemerintah daerah dengan BNPB, seraya menegaskan bahwa data valid menjadi kunci kelancaran pemulihan pascabencana. (Taufik/Wiki/Defri/Ivan)