Bupati Hendrajoni Apresiasi Kehadiran Kak Seto Dampingi Anak Korban Bencana

0
112
metropadang.com – Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Pusat yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum Kak Seto, Rabu (7/1) siang, mengunjungi anak-anak korban banjir bandang dan tanah longsor di lokasi penampungan pengungsi Unit Daerah Kerja Pedesaan (UDKP) Kecamatan Ampek Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan.
Kunjungan tersebut merupakan bagian dari kegiatan dukungan psikososial dan trauma healing bagi anak-anak terdampak bencana. Bupati Pesisir Selatan Hendrajoni yang turut mendampingi rombongan LPAI Pusat menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kepedulian Kak Seto dan jajaran yang hadir langsung menjumpai anak-anak di pengungsian.
“Kedatangan Kak Seto di Ampek Nagari Bayang Utara Kabupaten Pesisir Selatan ini sangat berarti bagi anak-anak kita. Kehadiran LPAI Pusat membantu pemulihan keseimbangan emosional dan mental anak-anak yang mengalami trauma akibat bencana,” ujar Bupati Hendrajoni.
Sementara itu, Ketua Umum LPAI Kak Seto menegaskan bahwa anak-anak merupakan kelompok paling rentan terdampak secara psikologis saat terjadi bencana alam. Oleh karena itu, pendampingan dan pemulihan sejak dini menjadi sangat penting.
“Anak-anak adalah korban yang paling rentan ketika terjadi bencana. Mereka tidak hanya kehilangan rasa aman, tetapi juga mengalami guncangan emosional yang mendalam. Melalui kegiatan trauma healing ini, kami ingin membantu anak-anak kembali merasa aman, bahagia, dan percaya diri,” kata Kak Seto.
Dalam suasana penuh keakraban, anak-anak tampak antusias mengikuti berbagai permainan edukatif dan hiburan yang dipandu langsung oleh Kak Seto. Mereka bernyanyi, berinteraksi, serta mengikuti permainan sulap sederhana yang disambut tepuk tangan dan sorakan riang.
“Siapa yang bangga jadi anak Indonesia? Siapa yang bangga jadi anak Pesisir Selatan? Siapa yang bangga jadi anak Ampek Nagari Bayang Utara?” tanya Kak Seto di awal kegiatan, yang langsung dijawab serentak oleh anak-anak.
Kak Seto kemudian memandu anak-anak menyanyikan lagu-lagu ceria yang sudah akrab di telinga, seperti “Di Sini Senang, Di Sana Senang” dan “Naik-naik ke Puncak Gunung”, guna membangun suasana positif dan menumbuhkan kembali semangat mereka.
Lebih lanjut, Kak Seto menjelaskan bahwa trauma healing merupakan proses pemulihan luka batin akibat pengalaman traumatis, khususnya bencana alam, agar anak-anak dapat kembali menjalani aktivitas secara normal.
“Trauma healing bukan sekadar bermain dan bernyanyi, tetapi upaya memulihkan keseimbangan emosi dan mental anak-anak. Dengan suasana yang menyenangkan, anak-anak bisa mengekspresikan perasaan mereka dan perlahan bangkit dari rasa takut, cemas, maupun kesedihan,” jelasnya.
Melalui kegiatan ini, diharapkan anak-anak korban bencana di Ampek Nagari Bayang Utara dapat kembali ceria, memiliki semangat, serta tumbuh dan berkembang secara optimal meskipun berada dalam situasi sulit pascabencana. (*)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini