metropadang.com – Krisis air bersih kembali melanda warga Kota Padang setelah seluruh Instalasi Pengolahan Air (IPA) Perumda Air Minum Padang lumpuh akibat kawasan intake diterjang banjir bandang. Dampaknya, aliran air ke rumah-rumah warga dan sejumlah fasilitas vital terhenti total sejak beberapa hari terakhir.
Untuk mengatasi kondisi darurat ini, Perumda AM Padang mengerahkan seluruh armada mobil tangki guna melakukan pelayanan jemput bola ke pemukiman dan titik-titik yang mengalami kesulitan air bersih. Warga pun terlihat mengantre di setiap lokasi distribusi bantuan air yang disediakan petugas.
Humas Perumda AM Padang, Adhie Zein, mengungkapkan bahwa ada sepuluh unit mobil tangki yang disiagakan. Lima di antaranya merupakan armada milik Perumda AM Padang, sementara lainnya merupakan bantuan dari PMI, BPBD Kota Padang, BPBD Provinsi Sumbar, Dinas PU, BPBPK, serta Dinas Pemadam Kebakaran.
“Seluruh armada difokuskan untuk membantu rumah sakit, wilayah terdampak banjir, dan area pelayanan publik lainnya. Kebutuhan air bersih sangat mendesak, terutama bagi fasilitas kesehatan yang harus tetap berjalan,” jelas Adhie, Jumat (28/11/2025).
Ia menambahkan, proses pembersihan material lumpur dan sampah di kawasan intake terus dilakukan meskipun hujan masih mengguyur Padang. Setiap kali hujan reda, petugas langsung bekerja mengangkat lumpur yang menumpuk, meski sering kembali tertimbun saat hujan turun.
“Meski terlihat seperti pekerjaan yang terus berulang, kami tetap melakukannya demi mempercepat pemulihan produksi air bersih. Semoga intensitas hujan menurun sehingga IPA bisa kembali beroperasi normal,” ujarnya.
Upaya darurat ini akan terus dilakukan sampai kondisi intake pulih sepenuhnya dan distribusi air bersih kembali stabil. (**)