2263 Keluarga Kurang Mampu di Kota Pariaman Telah Terima Bansos PKH 2021

0
569
Metro Padang – Sebanyak 2263 Keluarga Miskin (KM) di Kota Pariaman telah menerima bantuan sosial bersyarat Program Keluarga Harapan (PKH) untuk Tahun 2021.
Hal tersebut diungkapkan langsung oleh Kepala Bidang Rehabilitasi dan Perlindungan Sosial Dinas Sosial Kota Pariaman, Muharman saat Podcast di, Selasa (11/1).
“Kementerian Sosial RI telah memberikan bansos kepada 2263 KM di Kota Pariaman untuk Tahun 2021 sebanyak 2263 KM tersebut terbagi di empat kecamatan se Kota Pariaman. Untuk Kecamatan Pariaman Tengah ada 489 KM, Kecamatan Pariaman Utara 806 KM, Kecamatan Pariaman Selatan ada 561 KM dan Kecamatan Pariaman Timur 507 KM. Setiap kecamatan akan berbeda total penerimaannya karena KM tersebut akan mendapatkan bansos yang berbeda juga, “ ungkapnya.
PKH merupakan program pemberian bantuan sosial bersyarat kepada KM yang ditetapkan sebagai keluarga penerima manfaat PKH.
Ini dilakukan untuk percepatan penanggulangan kemiskinan dan telah dilaksanakan Pemerintah Indone­sia sejak tahun 2007.
“Untuk Kota Pariaman kita mendapat bansos PKH sejak Tahun 2012 dengan total setiap tahunnya mencapai Rp9 miliyar. Pemko Pariaman dalam hal ini sebagai wadah untuk pemutakhiran data melakukan dengan lebih cepat agar proses pencairan Tahun 2021 cepat dilaksanakan karena melihat kondisi perekonomian masyarakat yang belum stabil akibat pandemic Covid-19, “ tambahnya.
Tidak hanya bansos PKH yang telah diberikan kepada masyarakat tidak mampu di Kota Pariaman, namun ada beberapa bantuan lainnya seperti Kartu Pariaman Pintar (KPP) bagi pelajar, Bantuan Lansung Tunai (BLT) dana desa semasa pandemic Covid-19, Satu Keluarg satu Sarjana (SAGASAJA), BPJS, bantuan PPKM Sembako dan yang lainnya. Semua diberikan kepada masyarakat di Kota Pariaman.
“Bansos PKH juga tidak hanya untuk pelajar, namun ada komponen lainnya dalam penerimaan, antara lain PKH Lansia, PKH ibu hamil dan PKH Balita. Hal itulah yang membuat setiap KM menerima dengan total yang berbeda.
Untuk PKH pelajar, diberikan kepada masyarakat yang anaknya masih berada di SD, SMP sampai SMA. Namun hanya diberikan 1 (satu) anak saja. Misalnya 1 (satu) yang masih SD, 1 (satu) SMP dan 1 (satu) SMA, “ terangnya.
 (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini