bebi

Oleh: Dr. Sosmiarti, SE, MSi

MetroPadang.com | Kegiatan Merdeka Belajar Kampus Merdeka Membangun Desa Dikota Pariaman diarahkan kepada adalah Budidaya Maggot Sebagai Alternatif Pakan Ternak Unggas dan Ikan Serta Solusi Pengurai Sampah Organik di Desa Palak Aneh. Desa Palak Aneh adalah salah satu desa yang berada di Kecamatan Pariaman Selatan, Kota Pariaman, Provinsi Sumatera Barat.
Penduduk desa ini hampir 80% bermata pencaharian sebagai petani padi dan sebagian kecilnya sebagai peternak ayam, itik, sapi, kerbau, dan kambing, membuka warung, membuat makanan olahan khas pariaman yaitu kerupuk ladu, dan berladang.
Desa ini terdiri dari 3 dusun yang dipimpin oleh kepala dusun masing-masing. Kendala yang sering dialami oleh masyarakat disini adalah petani sulit mendapatkan pupuk dan pakan untuk ternak unggas.
Apalagi pada bulan Maret lalu, salah satu kelompok tani di desa ini yaitu kelompok tani Budi Bayiak mendapatkan bantuan ayam KUB usia 8-15 minggu dan pakan ayamnya. Sehingga sangat membutukan pakan alternatif untuk ayam tersebut sampai masa bertelur.
Dengan dilaksanakannya program kerja Mahasiswa MBKM Universitas Andalas Desa Palak Aneh ini diharapkan dapat membantu masyarakatnya dalam mengurangi biaya kebutuhan pakan ternak, pengeluaran dalam bahan-bahan masak, mengurangi sampah organik dan lain-lain.
Tujuan Khusus Kegiatan ini adalah: Memanfaatkan limbah organik rumah tangga yang ada di Desa Palak Aneh, mengedukasi masyarakat terkait Maggot BSF dalam pakan ternak, kompos, pupuk organik cair dan tanaman obat keluarga, menciptakan pakan alternatif menggunakan maggot yang kaya akan nutrisidan membantu meningkatkan jumlah maggot Black Soldier Fly (BSF) dari metode yang sudah di tetapkan.
Kegiatan ini telah memberikan manfaat kepada masyarakat Palak aneh, yaitu: Masyarakat telah memiliki pengetahuan tentang pengelolaan limbah organik, masyarakat dapat memahami akan pentingnya maggot sebagai pengganti pakan ternak yang memiliki banyak nutrisi, masyarakat dapat mengetahui cara mengelola limbah organik menjadi kompos, pupuk organik cair dan membudidayakan tanaman obat keluarga dan dengan adanya Budidaya Maggot Sebagai Allternatif Pakan Ternak Unggas dan Ikan Serta Solusi Penguraian Sampah Organik di Desa Palak Aneh dapat memberikan wadah bagi masyarkat untuk berkreatifitas dalam mendaur ulang limbah organik menjadi produk – produk UMKM serta masyarakat dapat menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar rumahnya.
Pada Kegiatan MBKM ini, Mahasiswa dan Dosen Pembimbing telah mencarikan Solusi-solusi untuk menyelesaikan permasalahan pemerintahan dan pembangunan nagari dan komunitas-komunitas di nagari secara sistematis sesuai prioritas.
Pertama adalah mempraktekkan terlebih dahulu bagaimana cara membudidayakan maggot dengan baik, pembuatan kompos dari kotoran sapi, pengelolaan limbah organik rumah tangga menjadi pupuk organik cair (POC), dan pentingnya penanaman toga.
Setelah mempraktekkannya dilakukan sosialisasi kegiatan tersebut dengan memperlihatkan kepada masyarakat hasil-hasil yang telah dilakukan dan menjelaskan kepada masyarakat betapa perlunya melakukan hal tersebut untuk mengurangi biaya pengeluaran yang banyak. Kemudian dilakukan pelatihan kegiatan tersebut kepada masyarakatnya untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan hidup hemat.
Jenis output yang akan dihasilkan dari masing-masing solusi tersebut baik untuk pengelolaan pemerintahan dan pembangunan nagari, maupun kapasitas komunitas- komunitas di nagari adalah dengan Mempraktekkannya terlebih dahulu kegiatan budidaya maggot, kompos, POC, dan tanaman toga akan membuktikan kepada masyarakat hasil yang telah dilakukan, bagaimana bermanfaatnya kegiatan tersebut.
Sosialisasi akan menghasilkan pengetahuan bagi masyarakat bagaimana cara membudidayakan maggot dengan sukses, membuat kompos dan poc dengan baik serta manfaat tanaman toga ditanam dihalaman rumah.
Agar masyarakat dapat melakukan kegiatan tersebut untuk mengurangi sampah organik rumah tangga, mengurangi biaya pembelian pakan yang mahal, tanaman toga, dan pembelian pupuk.
Setiap solusi mempunyai output tersendiri dan sedapat mungkin terukur atau dapat dikuantitatifkan. Hal ini Menjadikan bukti bahwa kegiatan tersebut dapat mengurangi biaya pengeluaran.
Pengetahuan berupa pemahaman tentang budidaya maggot, cara membuat kompos dan POC, serta manfaat dari tanaman toga dan Mengurangi sampah organik rumah tangga sehingga menciptakan lingkungan keluarga yang bersih dan hidup sehat.
(mp)
 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini