Kurang Dari 24 Jam, Polres Suka Bumi Berhasil Tangkap Pelaku Penistaan Agama

0
1842
iklan
Metro Padang – Kurang dari 24 jam, tersangka penodaan agama di Sukabumi ditangkap Bareskrim Polres Sukabumi, Kamis (5/5/2022).
Kapolres Sukabumi Kota AKBP SY Zainal Abidin dalam jumpa pers yang digelar di Pendopo Polres Sukabumi Kota mengatakan, tersangka C.E.R (25) dan S.L (24) ditangkap oleh Bareskrim Polres Sukabumi Kota pada pukul 10.00 WIB di sebuah restoran. di Kabupaten Sukabumi.
“Kedua tersangka ditangkap berdasarkan nomor laporan polisi LP/B/163/V/2022/Jabar/Res Smi Kota,” katanya kepada awak media. Ia melanjutkan, kedua tersangka dijerat pasal penodaan agama dan UU ITE, berdasarkan unggahan mereka di media sosial, Rabu (5/4/2022).
“Berdasarkan hasil pemeriksaan, video tersebut dibuat pada tahun 2020. Alasan tersangka membuat video tersebut karena istrinya yang menyuruhnya,” jelasnya.
Ya, kedua pasangan tersebut adalah suami istri dengan proses pernikahan secara agama (sirih).
Karena di luar dugaan pelaku C.E.R sering meninggalkan istrinya, bahkan hingga berbulan-bulan, maka dari itu tersangka S.L yang merupakan istrinya meminta suaminya membuat video tersebut sebagai ancaman agar suaminya tidak mengulangi perbuatannya.
“Jadi kemarin mereka berdua bertengkar, hingga istrinya mengunggah video tersebut ke media sosial suaminya. Karena unggahan itu menuai kritik dari pengguna media sosial, akhirnya mereka menghapus unggahan tersebut,” jelasnya.
“Berdasarkan informasi dari para tersangka pelaku, tindakan mereka tidak terlibat dengan organisasi atau sekte apapun. Mereka membuat video itu murni untuk kebutuhan pribadi mereka,” lanjutnya.
Menurut Zainal, terkait narasi dalam video berdurasi 14 detik itu, mereka mengaku tidak ada niat untuk menantang atau menyakiti umat Islam.
“Mereka mengakui bahwa perilaku mereka karena kurangnya pemahaman agama,” jelasnya.
“Tidak ada unsur kelompok atau pihak lain yang memerintahkan kedua tersangka membuat video tersebut,” imbuhnya.
Sementara itu, salah satu tersangka, C.E.R, langsung meminta maaf atas perbuatannya.
“Saya mohon maaf kepada semua pihak yang merasa terganggu dengan postingan ini,” pungkasnya.
Saat ini keduanya berada di Polres Sukabumi Kota. Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 28 ayat 2 jo Pasal 45 huruf a ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik, dengan pidana penjara paling lama 6 tahun. penjara, serta Pasal 156a KUHP tentang penodaan agama yang dianut di Indonesia, dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun. (mp)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini